Berita Handphone Terbaru

Update Berita Tentang Handphone Terbaru

10 Gadget Paling Top 2010

Keberanian Apple merilis iPad di tahun 2010 berbuah manis. Tablet 10 inchi ini jadi buah bibir dan laku keras. Kesahihan iPad sebagai gadget bergengsi di 2010 ini ditegaskan oleh majalah Time. iPad dinobatkan sebagai gadget paling top di tahun 2010.

Di sisi lain, Google selaku rival berat Apple juga mencetak prestasi tak kalah mentereng. Meski gagal meraih posisi tertinggi, beberapa produk mereka sukses menerobos dalam daftar. Berikut 10 gadget paling top 2010 versi Time:

1. iPad
iPad memang bukan tablet touchscreen pertama, namun yang tersukses. Bayangkan saja, tiga juta unit tandas dalam bulan pertama pemasarannya.

2. Samsung Galaxy S
Predikat sebagai salah satu smartphone Android terbaik tahun 2010 jatuh ke Galaxy S. Kombinasi software Android dan hardware mumpuni membuatnya diminati para penggemar teknologi.

3. 11-inch MacBook Air
Meski dijual dengan harga relatif tinggi, tidak diragukan lagi pesona desain MacBook Air 11 inchi ini.

4. Google TV Via Logitech Revue
Perangkat Logitech dinilai memudahkan pengguna dalam mengakses Google TV ataupun melihat televisi dengan cara konvensional.

5. Nexus One
Nexus One sejatinya tak mencapai sukses sesuai harapan Google. Namun tetap saja Nexus One diperlakukan istimewa dan dijamin mendapat update OS Android dibanding ponsel 'robot hijau' lain.

6. iPhone 4
Teknologi layar Retina di iPhone 4 cukup fenomenal. Dan seperti iPhone sebelumnya, jutaan unit sudah terjual.

7. Apple TV
Apple TV dipandang menghadirkan perubahan bagi konsumen dalam mengakses konten film, program televisi dan sebagainya.

8. Laptop Toshiba Libretto Dual-Screen
Laptop ini lain dari yang lain, dengan fasilitas dua buah layar sentuh. Keberadaan keyboard fisik tak diperlukan lagi.

9. Kinect
Microsoft bikin gebrakan dengan Kinect, di mana tubuh manusia jadi kontroler game. Sistem ini dinilai dapat lebih populer dari Nintendo Wii.

10. Nook Color
Layar warna di Nook Color dinyatakan sebanding dengan teknologi di Apple iPad. Nook Color pun dipandang lebih berkualitas dibanding e-book reader layar warna yang lain.

Ponsel Android dengan Kamera 14 MP Pertama

Ponsel Android dengan Kamera 14 MP PertamaSelagi Nokia tengah merilis ponsel N8 dengan kamera 12 MP, sebuah perusahaan yang terhitung masih "hijau" di bursa ponsel dunia, Altek malah sedang menyiapkan ponsel dengan kamera resolusi 14 MP.

Kamera yang dipakai berbeda jenis dengan kamera ponsel umumnya yang fixed. Kamera pada ponsel yang memakai sistem operasi Android (versi 2.1 Eclair) ini dapat bergerak ketika melakukan zooming. Tentu saja karena telah memakai pembesaran optik (hingga tiga kali), bukan lagi zoom digital. Sementara untuk memperkuat fungsinya, tepat di atas kamera ditanamkan sebuah flash Xenon.

Untuk kotak bidik, ponsel ini mengandalkan layar berukuran 3,2 inci. Sedangkan buat keperluan perekaman video, Altek memastikan kualitas high definition (HD).

Altek sendiri baru akan memasarkan seri ini di kawasan Eropa. Perusahaan asal Taiwan ini sebelumnya juga pernah melepas ponsel dengan kamera high resolution, yaitu pada seri T8680 yang mengenakan resolusi 12,2 MP. Namun perekaman videonya masih berstandar VGA.

Asus Eee Pad "Tablet PC Rp 3,5 Juta"

Apple iPad sepertinya terus mendapat saingan pada segmen tablet PC. Baru-baru ini Asus mengumumkan kehadiran tiga tablet layar sentuh terbarunya, dua tablet 10 inci dan tablet 12 inci. Menariknya, salah satu tablet PC 10 inci akan hadir dengan sistem operasi Android.

Pada keterangan resminya, CEO Asustek Computer Inc, Jerry Shen mengatakan akan meluncurkannya pada Maret 2011 dengan harga miring.

Seberapa miringkah harga tablet ini?. Tak tanggung-tanggung, produsen komputer asal Taiwan itu membanderolnya dengan harga di bawah US$399, atau di setara Rp 3,5 juta jika di rupiahkan. Tablet Eee PC berbasis Andorid ini hanya salah satu dari beberapa tablet PC yang akan digelontorkan Asus beberapa bulan ke depan.

Sementara model lainnya adalah tablet PC layar sentuh 12 inci akan diluncurkan sekitar bulan Desember mendatang. Kemungkinan untuk satu ini Asus mematoknya dengan harga lumayan mahal, yakni US$1.000 atau setara Rp9 juta per unit.

Alasannya, Shen menuturkan, Asus melengkapi tablet PC satu ini dengan docking station (dudukan) yang dapat ‘menyulap’ tablet menjadi perangkat laptop. Perangkat ini akan dinamakan Eee Pad EP121 dan mengoperasikan sistem operasi Microsoft Windows 7 Home Premium. Ia juga ditenagai prosesor Intel Core 2 Duo.

Sementara harga kurang menarik karena mahal, Shen mengaku akan fokus pada penyempurnaan fitur Eee Pad sebelum diluncurkan agar dapat menandingi Apple iPad. Sayangnya, dia enggan memaparkan lebih detail.

Tablet PC ketiga, bernama EP101TC, akan muncul dengan ukuran layar 10 inci dan berbasis sistem operasi Windows Embedded Compact 7. Ia ditenagai prosesor ARM CPU dengan media storage sebesar 64GB. Harganya akan berkisar di antara US$399 hingga US$499 (Rp3,5 – 4,5 juta). EP 101TC diperkirakan muncul pada Januari 2011.

Nokia C6-01 dengan Kamera 8MP dan Dual LED Flash

Setelah Nokia C6 versi awal, ada versi Nokia C6-01 yang lebih baik dari versi Nokia C6 biasa. Ponsel Nokia C6-01 baru ini belum diumumkan secara resmi oleh Nokia tetapi ada yang telah membocorkan informasi dan foto dari Nokia C6-01 ini. Nokia C6 ini memiliki kamera 8MP autofocus dan dual LED Flash yang lebih baik dari versi Nokia C6 yaitu 5 mp dengan LED tunggal

Tampilan belakang berbeda namun sayang sekali karena user interface sepertinya masih menggunakan versi Symbian lama bukan Symbian^3. Nokia C6-01 ini akan tersedia dalam 2 warna yaitu hitam dan putih dan harga Nokia C6-01 informasinya adalah 280 euro atau 3.2 jutaan rupiah
Aplikasi "iPad" Terpopuler di Indonesia

Aplikasi "iPad" Terpopuler di Indonesia

Hanya dalam waktu kurang dari sebulan, aplikasi Kompas Editors' Choice yang didesain khusus untuk perangkat tablet iPad buatan Apple berhasil menduduki peringkat teratas aplikasi gratis di Apple App Store. Ini berarti, aplikasi "Kompas iPad" ini adalah aplikasi yang paling banyak diunduh oleh pengguna iPad di Indonesia.

"Kami cukup bangga karena ini berarti konten Kompas diminati. Tidak lupa kami berterima kasih kepada pengguna iPad yang memilih Kompas' Editor Choice sebagai sumber referensinya," ujar Edi Taslim, Wakil Direktur Bisnis Kompas, Jumat (6/8/2010). Kompas Editors' Choice menduduki peringkat pertama aplikasi terpopuler untuk semua kategori. Bahkan, aplikasi tersebut melampaui popularitas aplikasi-aplikasi andalan bawaan iPad sendiri seperti iBooks dan the New York Times.

Edi mengatakan sambutan terhadap aplikasi Kompas iPad sangat positif terbukti dengan terus meningkatnya jumlah download dari 1300 kali di minggu pertama, 1500 di minggu kedua, dan masih terus bertambah sampai saat ini. Berdasarkan data laporan terakhir, aplikasi tersebut sudah diunduh sebanyak 4905 kali dari seluruh dunia. Download terbanyak dari Indonesia sebesar 3270 kali, menyusul AS 995 kali, Australia 200 kali, Singapura 88 kali, dan negara-negara lainnya.

"Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa pengguna iPad di Indonesia saat ini sekitar 3000-an meski belum resmi masuk Indonesia. Namun, dengan peluncuran iPad di Singapura beberapa waktu lalu, jumlah pengguna iPad di Indonesia diperkirakan melonjak," ujar Edi Taslim. Ia pun optimistis, pengguna Kompas Editors' Choice akan terus bertambah seiring bertambahnya pengguna iPad di Indonesia.

Aplikasi Kompas Editors' Chpice mulai terbit 28 Juni 2010 namun baru tersedia untuk publik di Apple App Store sejak 2 Juli 2010. Saat ini, aplikasi tersebut menyajikan versi digital konten pilihan dari suratkabar Kompas dalam bentuk multimedia yang lebih kaya dengan penambahan video, grafik interaktif, dan galeri foto. Konten Kompas Editors' Choice dapat disimpan dan dinikmati secara offline tanpa harus selalu terhubung ke internet karena untuk menikmati konten tersebut, pengguna iPad harus mengunduh lebih dulu setiap edisi yang terbit Senin-Jumat.

"Dalam waktu dekat akan ada beberapa perbaikan dan penambahan fitur. Content delivery network akan diperbaiki agar memberikan kecepatan akses dan memperlancar proses download lebih cepat mulai bulan Agustus ini. Kedua, akan ada fitur resume download sehingga pengguna tidak perlu men-download dari awal jika gagal di tengah-tengah. Kemudian fitur lainnya, related articles, related stories, dan related photos," jelas Edi Taslim. Ke depan Kompas Editors' Choice juga akan diperkaya tambahan konten dan rubrik seperti edisi khusus Tanah Air.

Saat ini, Kompas Editors' Choice masih merupakan konten lokal iPad satu-satunya dari Indonesia. Bahkan "Kompas iPad" ini merupakan aplikasi suratkabar pertama di Asia yang masuk ke iPad. Hadirnya "Kompas iPad" memberikan pilihan menikmati konten Kompas dengan cara berbeda sesuai perkembangan teknologi.
sumber kompas.com